Jodoh itu Unik
Dulu aku berdoanya minta suami pengusaha tapi alhamdulilah Tuhan kasih aku jodoh abdi negara sekaligus calon pengusaha hehehe. Dulu aku mintanya jodoh yang begini begitu tapi alhamdulilah Tuhan kasih aku jodoh yang paket lengkap. Lengkap sabarnya, dewasanya, mapannya, imannya, dan baik keluarganya. Aku mau share nih gimana dulu aku pertama kenal sama dia. Jadi waktu itu sekitar bulan November 2016 waktu aku PPL di SMPN 1 Balerejo aku kenal sama dia. Kenalnya tiba-tiba dan diluar rencana. Seminggu kenal dia langsung bilang kalau "Mas cari istri dek bukan cari pacar", Langsung meleleh dan pingsan (bercanda ding hahaha). Ya namanya baru kenal pasti cinta belum ada dong. Nah, aku udah jujur tuh sama dia kalau aku gak cinta. Namanya membina keluarga kan harus didasari rasa cinta. Gak sengaja pagi hari dengerin ceramah Mamah Dedeh yang ada di Indosiar itu tema-nya pas banget yaitu menikah tanpa rasa cinta. Dari ceramah yang aku dapet itu intinya menikah itu niatnya karena ibadah sama Allah, meskipun di awal pernikahan belum ada rasa cinta nanti Allah yang akan hadirkan rasa cinta itu. Allah pemilik hati manusia, Allah bisa bolak-balikkan rasa manusia, mudah bagi Allah untuk mengubah rasa cinta jadi benci dan begitupun sebaliknya. Satu bulan dia (calon imam) berusaha mengajak aku berumah tangga, cieelllahh hahaha akhirnya aku sedikit luluh. Mana lagi aku dapatkan laki-laki gentle seperti dia. Langsung ajak nikah tanpa pacaran. Dari berbagai nasehat keluarga dan sahabat dekat, dan petunjuk dari Tuhan ahirnya aku memberanikan diri bertemu dengannya. Bertemu??? iyapppp karena aku sama sekali belum pernah bertemu dengannya waktu itu. Dari pertemuan yang HANYA SEKALI itulah aku akhirnya mau menerima lamaran dia. Kenapa aku mau? itu karena dia sopan, menghargai wanita, gak neko-neko, sederhana, pendiam, gak banyak omong, gak banyak pamer, gak banyak janji ini itu (udah kebanyakan makan janji jadi dikasih janji udah gak mempan wkwkwkw). Well, intinya dia idaman. Dia benar-benar terima aku apa adanya, masa laluku, keluargaku, kekuranganku semuanyaaaaa dia terima. Hatinya baik banget, gak pernah marah, gak pernah nglarang (asal aku masih berada di dalam koridor yang benar), dan selalu kasih uang belanja hehehe. Sebenernya dia bisa cari yang lebih baik dan lebih segalanya dari aku, tapi namanya jodoh kan ya kita gak tau dan gak bisa berencana jodoh dengan siapa. Singkat cerita dari pertemuan yang hanya sekali itu kita melangsungkan proses lamaran dan tentuin tanggal pernikahan. Sampai detik inipun aku masih gak percaya bakalan nikah semuda ini. Aku beruntung dia menjadi calon imamku, aku yakin dia bisa bimbing aku buat jadi wanita yang lebih baik. Dia dari keluarga baik-baik, dan In Shaa Allah kita bisa bina rumah tangga sakinah, mawadah, warohmah. Aamiin.......
Komentar
Posting Komentar